Gak Buang Sampah atau Segera Mati?!

Poster di Jl Kyai raden Santri, Gemampang,
Kadiluwih, Salam, Magelang

Mungkin karena sudah sangat pusing dengan banyaknya orang buang sampah sembarangan, sebuah peringatan pun muncul. Kali ini tidak main-main. Permohonan kepada sang khalik untuk mencabut nyawa sesiapa yang bandel buang sampah.     
            Tulisan peringatan ini saya temukan di kampung halaman saya, Magelang. Beberapa sudut di kabupaten ini telah ditempeli poster doa jahat bagi penjahat yang buang sampah sembarangan. Salah satunya di kaki bukit Wukir dimana terdapat  situs purbakala hindu Prasasti Canggal.
Sampah Plastik dan Frustasi Kita Semua
            Beberapa bulan lalu, saya bertemu ibu dan putrinya mengunjungi Chinese and Japanese Garden Singapura. Mereka berasal dari Belgia. Anak laki-laki itu telah tinggal lama dan bekerja di Singapura. Konon, dia pernah mengunjungi Bali dan kecewa banyak menemukan sampah plastik berserakan. Sehingga tak mau merekomendasikan ibu dan adiknya untuk melacong ke Bali.
            Masih soal sampah plastik, saya sangat malu sebagai guide saat melewati daerah Kalibaru. Di sepanjang jalan menuju Ketapang, saya hampir tak menjelaskan tentang obyek wisata daerah. Sebab, pelancong frankofon menanyakan cara hidup orang Jawa dan sikap mereka terhadap lingkungan. Lalu tibalah pertanyaan, kalian tidak memiliki tempat pembuangan akhir untuk sampah organik maupun anorganik? Saya tahu kemana arah pembicaraan mereka: sampah yang bertebaran di sepanjang jalan raya Kalibaru ke Ketapang. Sebenarnya merea sudah mendapati kondisi meneyebalkan ini sejak di Jogja, Magelang, Mojokerto.... (Mereka berharap, semoga Bali tidak memiliki masalah serupa dengan sampah plastik).
            Kejadian ini mungkin bukan saya saja yang mengalaminya. Melainkan juga guide-guide lainnya. Tentu bukan permasalahan baru dan sungguh membuat frustasi sehingga akhirnya saya menemukan peringatan doa  : Ya Allah Cabutlah Nyawa Orang Yang Membuang Sampah di Sekitar Ini.
Masjid dan Tempat Pembuangan Sampah
            Kadang saya bertanya, kenapa orang enggan membuang sampah plastik di dalam masjid sehabis buka puasa bersama? Karena kita sepakat, masjid adalah tempat suci. Kenapa kita tidak membuang gelas plastik di  lantai lobby hotel yang marmernya mengkilat bersih? Karena kita sepakat, itu bukan tempat membuang plastik yang tepat. Lagipula banyak orang yang mengawasi, ditambah CCTV.
Pedestrian menuju Rafles Place, Singapore,
padahal tempat sampah tersedia di balik rerimbunan tanaman di atas 
            Kemudian, dibalik kondisinya. Kenapa parit-parit dan sungai di teras Tegalalang Ubud, saluran air di tepi parkir Taman wisata Candi Borobudur, dan tempat tempat lain dikotori sampah plastik? Kenapa kita ingin buang sampah di pinggir jalan sayang banyak sampah?  Jawaban mereka hampir sama. Karena sudah kadung banyak sampah plastik disitu. Perlu kajian mendalam, mungkin kita diam-diam memiliki jiwa meniru perbuatan yang tidak baik. Gampang terprovokasi.
Lalu?
            Tadinya tulisan ini, mau saya isi dengan kajian-kajian jurnal ilmiah yang memberikan gambaran tentang polemik sampah plastik yang episodenya lebih panjang dari sinetron Tersanjung. Namun, saya takut tidak efektif.
Sampah adalah masalah semua negara, termasuk Singapore.
Gambar: Chinese Japanese Garden, Singapore
            Jadi begini saja, dalam bahasa yang awam, kita mengenal istilah pemerintah, swasta, dan masyarakat yang sangat berperan dalam mengatasi segala masalah, termasuk masalah sampah yang tak berkesudahan. Pemerintah dengan segala peraturan, bahkan memiliki kementrian Lingkungan Hidup. Swasta juga melalui berbagai program CSR, seperti pengadaan tempat sampah. Masyarakat? Banyak kelompok masyarakat yang peduli dengan masalah sampah, misalnya kelompok-kelompok yang membuat kerajinan dari plastik bekas kemasan sabun dan lain sebagainya.               
            Bagaimana? Membosankan membaca ini? Mumpung hari libu, mari kita bikin spanduk : Ya Tuhan Segera Cabut Nyawa Orang Yang Membuang Sampah di Sekitar Tempat Ini! Lalu pasanglah di dekat rumah masing masing yang rawan dibuangi sampah. Salam!     

Comments

Paling Sering Dibaca

Travelblog.id dan Obsesi Candi

5 Kesalahan Saat Berlibur di Bali

Surat-Surat Anne Marie