Kesalahan Saat Memesan Hotel




       Berwisata tidak lepas dari memesan hotel. Sayang sekali, masih banyak yang tidak menyadari kesalahan saat memesan hotel. Akibatnya sangat tidak terduga. Mulai dari tidak bisa tidur semalaman hingga merasa diperlakukan beda dengan tamu asing (?). Nah, berikut akan saya kupas beberapa kesalahan-kesalahan  yang dilakukan, entah sengaja ataupun tidak, oleh tamu . Kesalahan-kesalahan tersebut saya amati selama saya bekerja sebagai karyawan di beberapa hotel di Bali.  
1.      Harga Menjadi Prioritas
Pertama kali memesan hotel, sebagian besar melihat harganya terlebih dahulu. Harusnya, produk atau jasa yang ditawarkan hotel tersebut lah yang menjadi prioritas. Curigailah segala bentuk promosi atau penawaran. Lihat lebih detail syarat dan ketentuannya. Jika sudah oke, silahkan pesan. Jika masih ragu, anda bisa  menelpon atau mengirim e-mail untuk mendapatkan jawaban segala pertanyaan menyangkut layanan yang akan diterima. Biasanya hotel dengan standar pelayanan tinggi akan merespon setiap pertanyaan dengan efektif dan efisien. Setelah itu, anda baru bisa menanyakan harga. Terkecuali anda memang menginginkan hotel murah tanpa ingin tahu kualitasnya dan siap menerima segala risiko.

2.      Tidak Mau Riset Hotel
Kadang tamu asal pesan kamar hotel termurah, tanpa peduli reputasinya di tripadvisor. Tanpa diduga, kamarnya menghadap tembok yang gelap  atau jalan raya yang ramainya luar biasa. Jadi, anda perlu review tentang hotel tersebut. Termasuk uraian alasan para tamu memberi skor baik hingga jelek di Tripadvisor. Anda juga bisa melihat di google maps. Dengan demikian anda bisa menanyakan langsung ke pihak hotel, apakah mungkin mendapat kamar yang tidak menghadap tembok atau jalan.


Courtyard By Marriott Bali Seminyak


3.      King and Queen Wannabe
Ada istilah Pembeli adalah raja atau King. Kalau perempuan, maka ratu ataupun Queen. Layaknya raja dan ratu, anda berharap disambut dengan karpet merah, dikalungi bunga, disambut ramah, dibersihkan kamarnya tepat waktu, pokoknya service yang paling sempurna. Tidak mendapatkan itu semua, anda bisa marah-marah seenaknya. Memanggil manager bahkan general manager hotel tersebut. Bahkan dengan kasar memaki staf  hotel. Alasannya, anda sudah bayar mahal.
Percayalah, staff hotel tersebut akan memandang rendah anda. Ingatlah, mereka juga manusia seperti anda yang ingin dihargai. Kemudian, service pun akan menurun. Mereka akan menjaga jarak dengan anda.
Memang benar, anda telah membayar hotel dengan mahal. Namun, marah-marah hanya akan menghadirkan energi negatif. Ingat, anda masih membutuhkan layanan mereka!
Oh, ya. King and Queen wannabe ini bukan menjadi tabiat tamu dari satu atau dua negara saja. Percayalah, staff hotel menganggap tamu-tamu  seperti itu, meski tidak langsung, sebagai tamu sampah. Meskipun anda sudah membayar mahal!

4.      Tidak Menyertakan Alamat E-mail saat pesan hotel
Tidak menyertakan alamat e-mail saat memesan hotel memang  menghindarkan anda dari segala bentuk promosi online hotel tersebut. Namun, anda juga rugi jika melakukannya saat memesan hotel international chained. Menurut pengalaman saya, tamu-tamu yang memasukan alamat e-mail saat reservasi lebih diprioritaskan. Sebab mereka  memiliki kesempatan mengisi guest comment yang dikirim melalui sistem hotel secara acak ke e-mail anda. Sederhananya, kami takut mereka komplain dan memberi skor jelek di guest coment tersebut. Skor inilah yang sering membuat senam jantung di balik senyum indah staff hotel. Jadi, kami prioritaskan sesiapa pun tamu yang menyertakan e-mail saat reservasi.  

Marriott Tang Plaza Orchard Singapore 



5.      Mengabaikan Loyalty Program
Dompet anda sudah penuh dengan kartu member. Oleh sebab itu anda memutuskan tak akan mengikuti program loyalty ataupun membership hotel manapun lagi.
Salah! Sebab dengan menjadi member, terutama member international chained hotel, anda akan memiliki hak istimewa yang tidak dimiliki tamu reguler. Loyalitas tamu dinilai biasanya dilihat dari berapa kali menginap di hotel dengan brand tertentu. Semakin loyal anda semakin dihormati. Kenapa? Sebab hak istimewa anda semakin banyak. Salah satunya, memiliki akses langsung ke customer service pusat. Tidak ingin itu terjadi, manager akan memberi instruksi keras anak buahnya  sebelum kedatangan anda (bahkan ada manager yang tak segan mengancam anak buahnya dengan bilang  'i will kick your ass from this hotel' jika tak memberikan pelayanan sempurna kepada tamu member hahaha... ngeri! ) . Jadi mereka harus ‘hati-hati’ dalam melayani anda, meskipun anda membayar kamar hotel dengan harga jauh lebih murah dibanding tamu non-member. Sebab anda tamu prioritas.
Ohya, anda juga perlu bergabung di loyality program online travel agent seperti expedia, booking.com, dan lain sebagainya. Sebab dengan menjadi member anda berpotensi memberi nilai bintang baik sekali hingga buruk sekali kualitas pelayanan  hotel tersebut. Tentu ini akan diwaspadai oleh e-comerce setiap hotel yang ada di list online travel agent. Sekalinya dapat bintang satu (nilai buruk) peringkat hotel akan turun. Dan siapa sih yang mau pesan hotel dengan banyak komplain di travel agent online?

6. Ogah Gabung Tripadvisor

Tak jauh berbeda dengan membership hotel maupun online travel agent, Tripadvisor juga menawarkan senjata yang tak kalah ampuh untuk 'mengintimidasi' karyawan  hotel. Ketika masih membabu di hotel, tak jarang saya mendapati spesial notifikasi tentang tamu tertentu: senior member of Tripadvisor dengan kode special attention. Artinya semakin lama anda menjadi member tripadvisor, semakin kuat taji anda. Tidak percaya? Silahkan dicek beberapa akun hotel berbintang lima (international chained), kalau tidak General Manager ya Director of Operational (atau e-comerce /pejabat hotel selevel) yang merespon segala bentuk penilaian anda terhadap kualitas pelayanan hotel. Artinya: penilaian anda sangat penting bagi staf hotel. Ada beberapa hotel yang memberikan penghargaan khusus terhadap staf yang banyak disebut namanya di tripadvisor. Jangan heran, setiap selesai beramah-tamah dengan anda, mereka akan bilang: jangan ragu menghubungi saya jika membutuhkan bantuan. Nama saya si Anu! Jadi, adalah kesalahan jika ogah bergabung di Tripadvisor sebelum pesan hotel.

Nah, sampai disini dulu, beberapa kesalahan tamu hotel sebelum memesan hotel. Semoga menambah wawasan anda untuk mendapatkan service terbaik dari hotel tempat menginap. Selamat berlibur....



Youtube: Helmi Laksono


Disclaimer: Copy Right @ Helmi Laksono

Comments

Paling Sering Dibaca

Catatan Nadin Céngkré

Intermezo: Permintaan-Permintaan Publik Figur Saat Menginap di Hotel