5 Kesalahan Saat Berlibur di Bali


Konon, Bali sudah menjadi tujuan berlibur sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia. Seiring berjalannya waktu, Bali menjadi semakin populer dan berkali-kali menyandang predikat sebagai tujuan liburan nomor  wahid oleh salah satu travelling website kelas dunia. Hampir semua orang pernah ke pulau seribu pura ini. Namun, saya mengamati ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata populer di Bali. Lima di antaranya akan saya bahas agar tak terulang kembali.

1.     Kesalahan Mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan

Para sejarawan meyakini kompleks pura Ulun Danu Beratan sudah ada sejak awal tahun 1556. Lalu dibangun kembali  oleh raja Mengwi bernama I Gusti Agung Putu sekitar tahun 1633. Menurut penelitian arkeologi, kompleks ini sudah menjadi tempat pemujaan leluhur sejak zaman megalitikum. Asumsi tersebut dikuatkan oleh penemuan sarkofagus di kompleks ini.
Selfie
di Ulun Danu Beratan
Dua bangunan pura di kompleks Ulun Danu Beratan terletak menjorok ke danau. Saat air pasang, keduanya tampak mengapung di atas danau. Bank Indonesia pernah merekam pemandangan unik nan apik ini pada cetakan uang lima puluh ribuan. Menjadikan Pura Ulun Danu Beratan kian populer.  
Selain itu, terdapat sebuah bangunan stupa dengan beberapa patung Budha di bagian terluar kompleks. Banyak yang menyimpulkan bahwa kehidupan umat Hindu dan Budha sangat harmonis saat itu.
Kompleks pura Ulun Danu Beratan terletak di Bedugul, sekitar 1240-1500 meter di atas permukaan air laut dan dapat ditempuh dengan mobil sekitar sejam sampai satu setengah jam dari bandara I Gusti Ngurah Rai. Suasananya yang sejuk dan damai membuat setiap pengunjung terkesima. Namun, berharap menemukan kedamaian mengunjungi pura ini setelah jam 10 pagi adalah sebuah kesalahan. Sebab pengunjung akan semakin bertambah saat hari semakin siang.

2.     Kesalahan Mengunjugi Monkey Forest Ubud

Monkey Forest terletak di desa Padangtegal, Ubud. Tempat ini menawarkan pemandangan hutan dengan akar-akar gantung yang menjuntai. Asri betul kawasan ini. Ditambah lagi dengan keberadaan tiga pura, yaitu: Pura Dalem Agung (pura utama), Pura Beji dan Pura Prajapati.
Ohya, hutan ini merupakan tempat tinggal ratusan monyet yang acapkali mendekati pengunjung. Mengganggap mereka hewan yang lucu yang boleh dipegang dan dengan santai memberi mereka makanan adalah sebuah kesalahan. Sebaiknya baca dan taati betul peraturan sebelum memasuki kawasan Monkey Forest. Jika tidak, bersiaplah direbut kacamata, topi, tas atau mungkin dicakar oleh primata jail ini.

Tiga Monyet  di  antara akar-akar pohon
 Kesalahan berikutnya adalah mengunjungi Monkey Forest pada sore hari. Biasanya, Jalan Monkey Forest sangat padat oleh mobil yang mengangkut penumpang saat sore menjelang malam. Saat musim liburan, anda mungkin bisa masuk dengan susah payah. Tapi anda keluar dari jalanan ini dengan mobil pasti akan lebih susah. Apalagi Ubud memang telah lama menjadi salah satu destinasi wisata populer di Bali.

3.     Kesalahan Menonton Tari Kecak di Uluwatu

Uluwatu sangat terkenal dengan keindahan bangunan pura di atas tebing. Deburan ombak samudera Hindia yang mengikis dasar tebing membuat pura ini kian elok dipandang. Selain itu, kawasan ini sangat terkenal sebagai tempat untuk menikmati sunset.
Pura Uluwatu didirikan untuk memuja Mpu Kuturan dari abad ke-11. Kemudian, Pura ini beralih fungsi untuk memuja pendeta suci berikutnya, Dan Hyang Nirartha yang datang ke Bali sekira tahun 1550 masehi dan mengakhiri perjalanan sucinya yang disebut moksa atau ngeluhur. Kata Ngeluhur inilah yang menjadi asal sebutan Pura Luhur Uluwatu. 
Pura Luhur Uluwatu Saat Sunset
Jarak tempuh Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar empat puluh lima menit sampai sejam dengan mobil. Bisa lebih dari itu kalau macet. Sepeda motor adalah moda transportasi yang baik agar bisa leluasa menembus kemacetan. Bisa juga dengan mobil yang bagus, agar tetap nyaman meski macet.
Tak jauh dari pura, terdapat sebuah panggung untuk menonton tari kecak. Sebelum tiba di panggung itu, akan terlihat gerombolan orang mengantri untuk membeli tiket tari kecak. Padahal loket belumlah buka. Jam juga baru menunjukan pukul setengah lima sore.
Tidak semua tempat duduk menghadap ke samudera Hindia. Dengan kata lain, perlu posisi strategis untuk menikmati sunset dan pertunjukan sendratari kecak saat cuaca cerah. Sayangnya manajemen pertunjukan menerapkan sistem first come first served.  Artinya,  berharap menikmati tari kecak sambil menikmati sunset dengan tiba di atas jam lima sore adalah sebuah kesalahan. Sebab tiga puluh menit kemudian, tempat menonton pertunjukan yang menghadap ke arena tari kecak sekaligus sunset telah penuh. Banyak turis yang mengomel karena harus duduk membelakangi sunset. Tapi mereka hanya boleh pasrah. Lebih parah lagi jika terlambat datang, bisa kehabisan tiket. Apalagi saat high season.

4.     Kesalahan Saat Naik Taksi

Entah karena mabuk minuman keras, entah karena buru-buru, atau karena apapun, menaiki taksi tanpa memastikan tarif, nomor lambung, nama sopir dan nama perusahaan taksi adalah kesalahan. Kesepakatan harga harus benar-benar jelas diterima kedua belah pihak. Jangan sampai terjadi perdebatan tidak penting saat sampai di hotel. Sangat tidak elegan dan mengganggu tamu lain, lho!
Pura Dalem Agung di kawasan Monkey Forest
Oh ya, saya juga menerima banyak keluhan barang tamu tertinggal di taksi ketika masih bekerja di hotel. Biasanya handphone, dompet, ataupun barang belanjaan. Mereka hanya mengingat warna taksi (bahkan kadang lupa). Sekadar informasi, ada lebih dari satu perusahaan taksi di Bali dengan warna taksi, seragam sopir, dan logo yang nyaris sama. Bahkan ada yang sama persis. Lagipula, satu perusahan taksi bisa memiliki puluhan bahkan hingga ratusan taksi. Repotnya lagi kalau turun dari taksi di tempat yang jauh dari jangkauan CCTV hotel. Sungguh memusingkan.  

5.     Kesalahan Saat Memesan Jasa Transportasi

Tidak memesan jasa transportasi dengan reputasi yang baik adalah kesalahan besar. Perusahaan jasa rental yang baik setidaknya memiliki produk jasa yang jelas berkualitas, harga yang sesuai, dan  review yang baik. Biasanya di web perusahaan tersebut akan memasang produk jasa, harga, dan review.
       Automo merupakan platform  jasa rental kendaraan mulai dari kelas biasa hingga mewah. Mulai dari sepeda motor, mobil, kapal hingga jet pribadi. Automo berbasis di Singapura dan Indonesia. Di Indonesia, Automo bekerjasama dengan lokal vendor di kota-kota  seperti Jakarta, Jogjakarta dan Bali. Automo juga memiliki standar produk kendaraan yang tinggi. Agar pengguna layanan tetap merasakan liburan yang nyaman dalam keadaan macet sekalipun.
Di Bali, misalnya, perusahaan rental  mobil yang menjadi lokal vendor Automo kebanyakan menawarkan jasa lengkap dengan sopir sekaligus bensin. Mereka mengetahui  betul daerahnya, seperti obyek wisata terkenal, cara pergi, aturan-aturan khusus di Bali dan lain sebagainya. Mereka akan sangat senang bila dimintai rekomendasi liburan yang asyik.
Automo memiliki standar sekuritas transaksi yang tinggi. Pembayaran pengguna jasa layanan akan ditahan oleh Automo sampai perjalanan benar-benar selesai dengan sempurna. Sehingga aman dan terhindar dari segala tindak penipuan. Setiap pengguna juga memiliki kesempatan memberikan review setiap produk transportasi rekanan. Sekala nilai yang bisa diberikan mulai dari buruk sekali (bintang satu) sampai baik sekali (bintang lima). Tunggu apa lagi? Silahkan daftar disini dan nikmati liburan mewah di Bali dengan sempurna bersama Automo!


Comments

  1. kmrn pas ke Bali cm lewat doank gak mampir ke sini, next time lah hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... jangan lupa kunjungi pada liburan mendatang. Ohya, sewa kendaraan boleh lewat automo, biar makin sempurna liburannya mas ... heheheh

      Delete
  2. wah baru tau mas,bsk klu ke bali hrs cari jasa rental yg baik nih

    ReplyDelete

Post a Comment

Hotest Articles

5 Alasan Batik Lebih Baik

Traveller Jaman Now Harus Jadi Mandiri

Contact Me

Name

Email *

Message *