Mengunjungi Si Leher Panjang Bersama Shopback: Sebuah Catatan Liburan Ramadhan tahun lalu



            Liburan Ramadhan tahun lalu, aku mengunjungi kampung  Si Leher Panjang. Kampung ini terletak sekitar sejam perjalanan mobil dari bandara Mae Fah Luang, Chiangrai, Thailand.
            Mulanya, aku hanya berniat mengunjungi  obyek wisata lain, yaitu White Temple. Namun salah satu teman bilang aku harus bertandang di desa Si Leher Panjang. Aku  menemukan gambar-gambar para perempuan mengenakan kalung bertumpuk-tumpuk dari pangkal leher hingga ujung di google. Rasa penasaran membuatku mencari tahu lebih banyak tentang wanita-wanita berleher panjang ini
Jadi, bertambahlah satu obyek wisata yang harus aku kunjungi. Sedangkan budget pas-pasan. Aku pun berpikir ulang dan terus mencari informasi tiket pesawat promo dan hotel. Hingga akhirnya aku menemukan Shopback.
            Shopback ini merupakan marketplace dari e-comerce yang sudah ada. Hanya saja, e-comerce yang dimaksud tak hanya satu kategori saja. Tetapi banyak kategori, seperti:  fashion, kebutuhan sehari-hari, transportasi dan travel. Sejauh ini, memang belum ada market place selengkap  Shopback.  Maka tak berlebihan jika Shopback disebut e-mall pertama dan terlengkap di Indonesia.
            Karena aku sedang ingin liburan, maka aku pun menjelajahi gerai travel. Bak menemukan penjual es kelapa setelah panas-panas seharian berpuasa, aku girang bukan kepalang. Bagaimana tidak, aku menemukan e-commerce  langgananku,  expedia  disana. Aku makin senang. E-commerce travel lain seperti agoda.com, tiket.com, booking.com dan banyak lagi terpampang disana dengan tulisan cashback di bawahnya. Ya, keuntungan kita sebagai buyer adalah mendapat cashback atau bonus dalam bentuk uang tunai dari e-comerce di Shopback. Uang tunai ini merupakan bagi hasil komisi yang didapatkan dari kerjasama e-comerce  yang bersangkutan dengan Shopback. Besaran cashback pun bermacam-macam. Pastinya, aku memilih  yang paling besar lah ya.
            Ada tiga langkah yang musti dilakukan untuk mendapatkan cashback di Shopback. Pertama, aku harus membuat akun di Shopback. Kedua, aku berbelanja di gerai expedia. Langkah ketiga akan kukasih tahu pada bagian akhir catatan ini.
            Sesampainya di Chiangrai, aku langsung mengunjungi beberapa obyek wisata. Kemudian menginap di Amarin Resort yang terletak di wilayah penduduk muslim kota Chiangrai. Hari berikutnya, aku pun menuju kampung suku Karen, yang para wanitanya memiliki leher panjang, di Tambon Nang Lae, kecamatan Mueang Chiangrai, propinsi Chiangrai.

Pengagum Elsa-Frozen
Para wanita di kampung itu mengenakan gelang di leher sejak usia belia. Setiap pertambahan usia ditandai dengan penambahan jumlah gelang yang melingkar pada lehernya. Semakin banyak gelang di leher, semakin panjang lehernya. Itu juga berarti  semakin membanggakan karena kecantikan wanita suku Karen diukur  dari panjang leher tersebut. Kebiasaan mengenakan gelang leher itu sudah ada sejak jaman dulu. Konon, wanita suku Karen tinggal di gunung dan sering diterkam oleh binatang buas pada bagian leher. Untuk melindungi dari ancaman itu, mulailah tradisi mengenakan gelang-gelang dari logam yang berat sehingga mereka merasa aman saat ditinggal berburu para pria.
Wanita tertua di kampung Tambon Nang Lae
            Wanita suku Karen sebenarnya berasal dari Tibet, dan saat ini tersebar di Myanmar, Laos dan sebagian besar di Chiangrai, Thailand. Sebagian besar suku ini menganut Animisme dan Budha  sebelum misionaris dari barat mendatangi kampung ini. Di kampung yang kukunjungi, mereka bisa ditemui sedang menenun, menjaga barang dagangan berupa kerajinan tangan di gubuk-gubuk beratap jerami. Mereka menyambut rombongan turis dengan tarian yang diiringi musik dari gitar mungil sementara para lelaki suku belum pulang dari berburu di hutan. Dengan kemampuan bahasa inggris yang seadanya, mereka giat memanggil pengunjung untuk membeli dagangan seperti gelang dari tembaga, kalung, dan syal hasil tenunan.  Harga dagangan mereka bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya dan kelihaian menawar para pengunjung. Kisaranya dimulai dari seratus hingga empat ratus bath per cenderamata.

            Selain perempuan dewasa, pengunjung juga bisa menemukan beberapa anak laki-laki  seperti anak-anak kecil umumnya. Menariknya, anak-anak perempuannya sudah mengenakan gelang leher. Mereka sangat senang menyambut turis yang datang. “Bila yang dewasa mengharapkan turis membeli dagangan, maka anak-anak ini akan senang bila pengunjung memberinya makanan ringan,” kata sopir yang masih mendampingi penulis melihat-lihat. Oleh sebab itu,  sopir itu menyuruh penulis membeli makanan ringan.Tidak lain dan tidak bukan untuk anak-anak tersebut.
          Di belakang gubuk-gubuk toko tersebut terdapat rumah-rumah penduduk yang bisa dikunjungi. Rumah rumah kecil berbentuk panggung dari bambu dan beratap jerami. Terdapat beberapa hewan ternak seperti ayam, bebek di bawah rumah tersebut. Pemerintah memfasilitasi kampung bertradisi unik ini dengan pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, liburan Ramadhan kali ini menambah wawasan tentang definisi cantik dan sangat menyenangkan.
            Lebih menyenangkannya lagi, aku dapat  cashback setelah liburan. Oh iya, cara ketiga adalah mendapatkan cashback.  Jumlah cashback yang ada di akun Shopback. Biasanya cashback akan diproses setelah 2-10 hari  pembelian tergantung berapa lama e-commerce memberi komisi. Kemudian, Shopback akan menransfer cashback ke rekening aku.
            Begitulah catatanku tentang  liburan Ramadhan tahun lalu bersama Shopback.

Comments

Hotest Articles

5 Kesalahan Saat Berlibur di Bali

5 Alasan Batik Lebih Baik

Traveller Jaman Now Harus Jadi Mandiri

Contact Me

Name

Email *

Message *