Posts

Catatan Nadin Céngkré

Image
untuk Nadin Aleta Justitia             Pagi-pagi aku bangun. Biasanya, aku langsung menangis. Sepertinya memang ini kegiatan rutinku: bangun pagi, menangis, makan, kejar-kejaran dengan kak Cipa, memukulnya dengan apapun sampai menangis. Semua orang memeluknya. Semua orang memarahiku. Aku menangis. Tidur lagi. Bangun. Mengulangi kegiatan dari awal tadi.             Untungnya rumah kakung cukup besar. Jadi, aku tidak bosan tinggal disini. Meskipun setiap hari, melakukan hal yang sama dan mengalami hal yang tak jauh berbeda. Hingga suatu hari, om aku datang ke rumah ini.             Aku amati dia dari atas kepala sampai kaki. Rambutnya aneh. Ikal-ikal ruwet, mengingatkanku pada mie goreng buatan mama. Perutnya buncit. Mirip Cik Gung, mamanya kak Cipa, saat hamil. Sekarang dedek-nya cik Gung sudah lahir. Jadi, tinggal kakung, oma dan om aku itu yang mirip ibu hamil. Pipi mereka mirip pipiku, seperti bakpao.             Aku sangat sayang sama oma. Gemar sekali aku tidur bersamanya. Lebih ange…

Hotest Articles

5 Kesalahan Saat Berlibur di Bali

5 Alasan Batik Lebih Baik

Traveller Jaman Now Harus Jadi Mandiri

Contact Me

Name

Email *

Message *