Posts

Ma'il

Image
Sang Surya sudah memamerkan emasnya saat aku baru tiba di ujung gang. Bukit pulau di seberang sana tampak gagah dengan kilatan air menjadi alasnya. Air laut pun belum kuasa menelan seluruh tepian pantai. Tampaklah plastik-plastik menari-nari oleh angin di antara bebatuan koral dan remahan karang mati, berkelindan dengan bayangan Ma’il. Ma’il. Aku jadi teringat ucapannya, plastik sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup segala makhluk di laut. Termasuk ikan, yang menjadi sumber kehidupanku dan orang-orang di kampung ini. Menurut buku yang dibaca Ma’il, plastik memerlukan ratusan tahun untuk terurai. Oleh sebab itu, harus dipungut bila menemukan di tempat yang tidak seharusnya. Bibir pantai bukan tempat yang tepat bagi plastik. Jadi harus dipungut. Inilah yang kulakukan setiap pagi: memunguti sampah. Aku akan selalu memungutinya hingga nyawaku dipisahkan dari ragaku oleh lelah. Kegiatan ini sudah kulakukan sejak kepergian Ma’il. Bayangannya memenuhi ingatanku hampir sepanjang hari, nampak…

Paling Sering Dibaca

5 Kesalahan Saat Berlibur di Bali

Bertemu Komodo Bermodal Shopfest dari Shopback

Kesalahan Saat Memesan Hotel